Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Makna Dibalik Penghargaan WTN ke-9 bagi Kota Solo

Makna Dibalik Penghargaan WTN ke-9 bagi Kota Solo

Posted by WARTO SOLO on Selasa, 15 September 2015





WARTOSOLO- MENTERI Perhubungan telah mengeluarkan keputusan Nomor KP 402 Tahun 2015 tentang Penetapan Kota/Kabupaten Dan Provinsi Sebagai Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2015. Materi keputusan yang dapat diakses di website http://jdih.dephub.go.id berisi pengumuman kota-kota di Indonesia yang mendapatkan penghargaan WTN tahun ini, salah satunya Solo sebagai Kota Besar.

penghargaan-wtn
Layanan transportasi
Tentu saja kota-kota yang mendapatkan penghargaan itu akan riang gembira. Begitupula dengan Kota Surakarta. Euforia yang dirasakan para penggawa transportasi kota ini seperti Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota dan  jajarannya, DPRD, Kapolresta Surakarta dan pelaksana teknis lapangan (operator Batik Solo Trans/BST, bus kota,taksi dan angkot), pengelola parkir dan masyarakat sangat luar biasa.
Bahkan, Kepala Dishubkominfo Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajad, langsung mengucapkan puji syukur saat dimintai tanggapan soal penghargaan itu. "Puji syukut kepada Tuhan YME yang telah memberikan karunia dan anugrah Wahana Tata Nugraha (WTN) ke- 9 berturut-turut,  penghargaan itu sebagai simbol supremasi lomba tertib lalu lintas dan angkutan kota 2015 dari Pemerintah Pusat.
Kami juga berterima yang sangat luar biasa atas komitmen berbagai elemen masyarakat dari atas hingga bawah dikarenakan mempertahanka  berturut-turut angka ke sembilan bukanlah mudah," katanya.
 Minim Anggaran
Sebagai kota yang hanya memiliki APBD sebesar Rp 1 triliun lebih, mengembangkan sistem transportasi yang jempolan bukan perkara mudah. Adanya keterbatasan anggaran, masalah yang selalu bertambah sebanding dengan pertambahnya kendaraan setiap tahun ini amat memberatkan. Sehingga mau tak mau kota kelahiran Presiden Joko Widodo ini harus kesana kemari, termasuk meminta dukungan Pusat dan Pemprov untuk mendukung pembiayaan fasilitas. Salah satu fasilitas pendukung sistem transportasi adalah pembangunan Terminal Tirtonadi yang menelan anggaran Rp 130 miliar dan diprediksi rampung 2016.
Kendala lain yang berat adalah fasilitas jalan dan satuan ruang parkir yang sudah tidak dapat menampung jumlah kendaraan. Persoalan ini amat pelik karena Kota Solo menjadi urat nadi transportasi darat di Jawa. Kota Bengawan juga dilintasi jalan nasional sehingga kendaraan berbobot paling berat mampir ke daerah ini. Padahal, sejak era Orde Baru hingga sekarang Solo belum memiliki jalur lingkar. Tapi beruntungnya pada 2017, jalan tol Solo-Kertosono diperkirakan bisa dioperasionalkan. Hanya saja yang menjadi kendala terbesar adalah tak adanya jalur lingkar selatan, barat dan timur.
Hal yang juga paling mendasar dan tak bisa disepelekan adalah kesadaran masyarakat pengguna jalan, dan SDM perhubungan yang kurang jumlahnya. "Namun dengan keterbatasan tersebut tak menyurutkan semangat kerja keras, cerdas dan iklas selalu diciptakan semata-mata untuk selalu meningkatkan dan menciptkan inovasi baru dalam memberikan pelayanan publik di bidang perhubungan," terang Herman.
Tantangan
Ke depan, Pemkot Surakarta masih memiliki  prioritas andalan untuk dirampungkan di antaranya, sistem penerapan pengendalian lalu lintas lewat sistem ITS. Tentu saja upaya ini akan menyedot anggaran yang luar biasa besar karena pelibatan teknologi canggih beserta operatornya.
Lalu layanan integrasi moda Terminal Tirtonadi, ditautkan sistem layanan aglomerasi BST. Ini bukan perkara mudah karena menghidupkan kembali transportasi umum mau tak mau mengubah mind set (pola pikir) masyarakat luas yang terlanjut ''keenakan'' menggunakan kendaraan pribadi dan tak mau repot memakai bus.
Sementara program keselamatan lalu lintas, dimulainya operasi emisi gas buang kendaraan pribadi dan manajemen parkir akan berjalan beriringan bila sistem transportasi massal dengan mengintegrasikan berbagai moda transportasi berjalan baik. 
So ! Meski sudah mendapatkan sembilan penghargaan berturut-turut, Kota Solo makin berada di posisi yang tinggi, Maka untuk mencapai penghargaan lebih lanjut 10, 11, 12 akan membutuhkan pengorbanan yang amat, amat besar. Sanggupkah Solo. Saya pribadi meyakini sanggup, selama berusaha. Selamat Kota Solo atas penghargaan WTN ke-9. (*/)



SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>