Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Bukti Masyarakat Haus Hiburan. Festival Payung Indonesia 2015 Diserbu Pengunjung

Bukti Masyarakat Haus Hiburan. Festival Payung Indonesia 2015 Diserbu Pengunjung

Posted by WARTO SOLO on Minggu, 13 September 2015

SOLO,wartosolo.com- Gigit jari hal itulah yang hanya bisa dilakoni Paryanti (59) di bawah terik sinar matahari. Nenek-nenek ini hanya termangu di tepi Jalan RM Said, Solo, Jawa Tengah sambil melihat ratusan kendaraan dua yang terjebak macet. Perempuan yang sudah beruban ini tak bisa memasuki Taman Balekambang karena lalu lintas padat, dan nyaris terkunci. Padahal sedari rumahnya di Grogol Sukoharjo tujuan ke Taman Balekambang ingin menyaksikan serangkaian kegiatan dalam rangka Festival Payung Indonesia 2015.
Angan-angan sewaktu diperjalanan bia menyaksikan hiburan gratis langsung luluh lantah saat memasuki pintu masuk taman peninggalan Mangkunegara itu.
Ia memilih minggir mencari tempat teduh, sambil pesen es teh dibungkus plastik untuk disrumput demi mengobati rasa haus.  Ada ribuan orang yang senasib dengan Paryanti karena kecele. Alhasil mereka akan gonduk dan akan berpikir ulang untuk mendatangi acara semacam itu.
festival payung solo
Macet di Balekambang Solo
Lalin Padat

Ya, pada Minggu, 13 September 2015, ribuan  orang mengunjungi festival payung yang digelar di Taman Balekambang. Jumlah pengunjung yang datang bersamaan dengan menggunakan kendaraan roda mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan RM Said dan jalan menuju Pasar Burung Padat merayap sejak pagi hingga siang hari.
Mayoritas pengunjung yang datang menggunakan kendaraan roda nampak dua kesulitan menjangkau lokasi event itu digelar, lha wong mencari tempat parkir dan masuk lokasi festival saja susah. Sekitar pukul 08.00-11.00 pengguna jalan malah terjebak di simpang empat depan (timur) kantor Bapas Kelas II Surakarta atau selatan Rumah Makan Ria Resto.
“Ini (kepadatan lalin) rutin terjadi setiap ada event di Balaikambang, ” katanya. Nurul Azizah (20), pengujung asal Kebakkramat, Karanganyar, mengaku kaget atas ramainya lalin menuju Taman Balaikambang. “Sejak dari terminal (Terminal Tirtonadi) jalan sudah ramai. Sesampainya di sini (Pasar Burung Depok) macet,” katanya.


 solo festival payung
Rindu Hiburan

 Kasubag TU UPTD Perparkiran Henry Satyanegara menambahkan, antusiasme masyarakat untuk mengunjungi hiburan rakyat seperti Festival Payung sangat luar biasa.
“Panitia sudah berkoordinasi dengan jajaran samping sehingga kondisi lalin pada. Tapi memang antusiasme masyarakat untuk berkunjung menyaksikan acara di Taman Balekambang luar biasa,” katanya.
Memang pergelaran festival atau event-even budaya yang digelar di Kota Bengawan selalu saja diserbu pengunjung, apalagi labelnya gratis.
Membludaknya pengunjung Festival Payung Indonesia 2015 menunjukkan masyarakat akan haus hiburan. Di rumah hanya menonton televisi dengan acar itu-itu saja, sinetron yang membosankan tak cukup mengobati keinginan baru masyarakat mencari suasana yang berbeda di luar rumah.
Ini menjadi PR bersama, bahwa event apapun yang akan digelar, apalagi dilaksanakan pada hari Minggu akan mendapatkan perhatian masyarakat. Kalau cocok, jam, lokasi dan cuaca mendukung, maka event itu diserbu seperti Festival Payung Indonesia 2015. Semoga pada evenr-event serupa bisa lebih disiapkan lagi, bila antusiasme bisa ditampung bukan tidak mungkin hal ini memberikan keuntungan bagi siapapun yang terlibat dalam event ini, bahkan masyarakat luas juga diuntungkan. (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>