Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Lagu Si Komo Lewat, Kritikan kemacetan Kota-kota Besar di Indonesia

Lagu Si Komo Lewat, Kritikan kemacetan Kota-kota Besar di Indonesia

Posted by WARTO SOLO on Jumat, 07 Agustus 2015


 Macet lagi, jalanan macet
Gara-gara si komo lewat
Pak polisi jadi binggung
Orang-orang ikut binggung



WARTOSOLO-Bagi anda yang lahir di era 70-80an pasti masih ingat dengan lirik lagu tersebut. Lagu berjudul Si Komo Lewat Tol itu moncer pada masa 1990-an. Lagu yang ditenarkan oleh media Televisi Pendidikan Indonesia (kini MNC TV) yang dibintangi Seto Mulyadi sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dari perbincangan yang dilakukan Tempo.com dengan Kak Seto sapaan akrab Seto Mulyadi ada sejumlah fakta menarik, bahwa masyarakat di Indonesia terlanjur meyakini bahwa tokoh Komo tak lain adalah boneka Komodo, binatang asli Indonesia yang dilindungi undang-undang.
macet-lagi-si-komo
Atur lalin

Namun penulis melihat lagu ini amat penting untuk menggambarkan betapa macetnya kota besar di Jakarta. Kondisnya akan lebih runyam jika ada tokoh-tokoh, pejabat penting yang hendak melintasi jalanan kota Jakarta. Tentu saja perjalanan ''orang penting'' VVIP ini yang dipentingkan lalu meminggirkan pengguna jalan lainnya. Saat rombongan penting ini lewat, maka kemacetan panjanglah yang terjadi dan pengguna jalan siap-siap terjebak macet.

Hal lain yang patut diambil hikmah dari lagu ini adalah pentingnya penggunaan transportasi massal di perkotaan di Indonesia. Angkutan massal seperti bus, kereta api amat penting untuk mengurangi kemacetan, sehingga mengurangi jumlah kendaraan di jalanan. Jika angkutan massal sudah menjadi budaya di kota besar. Maka sewaktu-waktu Si Komo lewat jalanan akan biasa-biasa saja dan kemacetan tak akan terjadi lagi. Tengoklah kota di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang sudah menerapkan penggunaan alat transportasi massal di tengah kota. Bila menengok lebih jauh lagi seperti negara-negara maju di Eropa, Amerika dan negara Asia yang maju lainnya, kemacetan lalu lintas akibatnya padatnya kendaraan di jalan sudah tidak begitu terlihat. Kebijakan ketat di negara-negara maju atas penerapan pembatasan kendaraan pribadi, dan anjuran penggunaan kendaraan umum sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sana.(*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>