Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » JK Tak Salah Karena Tak Hormat Saat Pengibaran Bendera, Berikut Alasanya ?

JK Tak Salah Karena Tak Hormat Saat Pengibaran Bendera, Berikut Alasanya ?

Posted by WARTO SOLO on Selasa, 18 Agustus 2015


WARTOSOLO-Wakil  Presiden Jusf Kalla (JK) tak mengangkat tangan (hormat) saat bendera pusaka dikibarkan saat upacara bendera 17 Agustus 2015 di halaman Istana Negera Ternyata, JK tak salah. Berikut alasan-alasanya :
Juru bicara Wakil Presiden Husain Abdullah menjelaskan, apa yang dilakukan JK, sudah sesuai dengan tata cara penghormatan bendera dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 40 tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia. Yang isinya pada waktu upacara penaikan atau penurunan Bendera Kebangsaan, maka semua orang yang hadir memberi hormat dengan berdiri tegak, berdiam diri, sambil menghadapkan muka kepada bendera sampai upacara selesai.


hormat-bendera
Adab hormat bendera
Menurut Husain dikutip dari kompas.com, mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan oleh organisasinya itu. Mereka yang tidak berpakaian seragam, memberi hormat dengan meluruskan lengan ke bawah dan melekatkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang semua jenis penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi-wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.
Wakil Presiden pertama Moh. Hatta, 70 tahun yang lalu juga melakukan hal yang sama.
"Jadi, sikap sempurna yang dilakukan oleh Pak JK adalah sikap hormat, persis dengan sikap hormat Bung Hatta saat mendampingi Bung Karno," kata Husain. 

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 40 TAHUN 1958 Tentang BENDERA KEBANGSAAN REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Pasal 20
Pada waktu upacara penaikan atau penurunan Bendera Kebangsaan, maka semua orang yang hadir memberi hormat dengan berdiri tegak, berdiam diri, sambil menghadapkan muka kepada bendera sampai upacara selesai. Mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan oleh organisasinya itu. Mereka yang tidak berpakaian seragam, memberi hormat dengan meluruskan lengan kebawah dan melekatkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang semua jenis penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi-wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.


PENJELASAN PERATURAN PEMERINTAH No. 40 TAHUN 1958 TENTANG BENDERA KEBANGSAAN REPUBLIK INDONESIA
Pasal 20
Penghormatan terhadap Bendera Kebangsaan seperti diatur dalam pasal ini sudah lazim di semua negeri. Semua orang yang tidak berpakaian seragam, harus membuka semua jenis penutup kepala kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi, wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan. Dalam kudung termasuk juga tutup kepala yang digunakan oleh non dari agama Katholik. Yang dimaksud dengan topi-wanita di sini ialah topi yang menurut kebiasaan dipakai oleh wanita Barat sebagai pelengkap pakaiannya seperti halnya dengan kudung yang dipakai oleh wanita Islam. (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>