Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Di Solo Perlintasan KA Jadi Momok Pemerintah. Mengapa Demikian, ini alasannya ?

Di Solo Perlintasan KA Jadi Momok Pemerintah. Mengapa Demikian, ini alasannya ?

Posted by WARTO SOLO on Senin, 03 Agustus 2015

SOLO,wartosolo.com- Ternyata  pusat Kota Solo dilintasi langsung lima pelintasan kereta api (KA). Di antaranya adalah jalan Slamet Riyadi (Purwosari), Jalan Moewardi (Badran), Pasar Nongko, simpang tujuh Joglo dan viaduk Gilingan. Nah, akibatnya ruas-ruas itu menjadi kawasan yang  menyumbang kepadatan lalu lintas tertinggi di Kota Bengawan. Khusus di Purwosari dan Viaduk Gilingan menjadi lokasi terpadat karena menyumbang hingga 40 persen kemacetan lalin di kota ini !.

perlintasan-ka-solo
Simpang tujuh Joglo
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajad menyampaikan, mengapa Purwosari menempati posisi pertama penyumbang kemacetan ? Karena di simpang tersebut, tiap kali KA hendak melintas dan palang pintu pelintasan KA diturunkan selama 1-2 menit, pengguna jalan yang menunggu bisa mencapai 1 km. "Itu belum pada masa padat lalin seperti saat Arus Mudik Balik," katanya.  Padahal dalam sehari bisa mencapai 100-an KA yang melintas. "Bisa dibayangkan betapa padatnya ruas Jalan Slamet Riyadi Purwosari pada jam sibuk," tandas dia.
Lalu bagaimana dengan kawasan lain ? Pria berkumis tebal itu mengatakan, Viaduk Gilingan Jalan Ahmad Yani yang memiliki ketinggian tak lebih dari tiga meter sulit dilintasi kendaraan berat seperti bus, truk tronton. Kendaraan bertonase besar itu memilih melewati Jalan Wolter Monginsidi atau simpang tujuh Joglo, sehingga penumpukan terjadi di dua kawasan itu. "Kalau hujan datang, pasti ada rendaman air dan kendaraan kecil tak bisa melintas. Ini juga bikin macet," kata dia.
Lalu, apa solusinya ? Menurut dia, perlu ada pembangunan underpass atau flyover di kawasan itu. "Tapi biayanya mahal dan butuh peran pemerintah," tutup Herman.

Penyebab kemacetan di pintu perlintasan KA
1. Kendaraan angkutan barang yang bertonase tinggi cenderung berjalan lambat pada saat
memasuki persimpangan tersebut karena takut pernya patah

2. Kendaraan angkuta barang cenderung berjalan berkelompok atau
beriringan karena takut bajing loncat.

3 Displin penggunaan jalan masih rendah sehingga cenderung berebut
sehingga menimbaulkan klemacetan di situ.

4.Simpang terjadi mix transport  (percampuran lalin antara angkutan barang
pribadi angkutan orang kendaraan pribadi (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>