Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Arkeolog Terbengong Saat Membongkar Batu Isian Candi Sukuh Karanganyar

Arkeolog Terbengong Saat Membongkar Batu Isian Candi Sukuh Karanganyar

Posted by WARTO SOLO on Jumat, 07 Agustus 2015

KARANGANYAR,wartosolo.com-Para  Arkelog dibuat terbengong dengan struktur Candi Sukuh yang ternyata amat berebda dengan dengan candi-candi lain yang selama ini ditemukan di pulau Jawa. Materi batuan yang didapat arkeolog dari bangunan Candi Sukuh ternyata tak lazim. Bila biasanya dalam pembopngkaran di candi-candi Jawa, batu kulit dibongkar berisi tanah urug, tapi batu yang ada saat ini malah berisi batu kulit.


batu-isian-sukuh
Pemugran Candi Sukuh
Dari sisi ilmiah hal ini menjadi fenomena aneh, namun sesuatu yang terbarukan. Menurut Koordinator Lapangan Tim Pemugaran Candi Induk Sukuh, Suyadi, setelah batu kulit berwarna hitam dibongkar, ditemukan lagi batu isian berwarna coklat. Padahal biasanya setelah batu kulit, candi langsung diisi tanah uruk.
“Ini benar-benar sangat berbeda dengan candi lainnya, kita temukan batu isian bukannya tanah uruk seperti candi lainnya,” kata seperti dilansir dari Timlo.netUntuk memastikan mengapa terjadi kejadin langka ini langkah yang dilakukan adalah lewat kajian-kajian ilmiah. Hal itu akan dilakukan tim ahli setelah proses pembongkaran batu kulit di candi rampung. Mengingat prioritas dari tim saat ini adalah melakukan pembongkaran batu kulit dan mengeruknya kembali dengan tanah urug, agar bangunan candi tidak ambles.
“Arkeologi belum memutuskan batu yang menyerupai batu kulit itu akan dibongkar atau tidak karena perlu kajian lagi,” jelas Suyadi.
sukuh -batu-isian
Pemugaran candi bersejarah/suaramerdeka.com

Pembongkaran batu-batu penyusun Candi Sukuh, yang menjadi tahapan dalam pemugaran bangunan di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso,  Jawa Tengah ini dilakukan oleh Tim Pemugaran dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng. Seperti dikutip dari www.suaramerdeka.com, dalam pembongkaran yang digelar sejak Mei 2015, Tim menemukan adanya batu yang dipasang dengan anchor dan disemen, hasil pemugaran pada 1979 lalu. Pemakaian semen untuk pemasangan batu candi, saat ini tidak diperbolehkan karena akan merusak batu, jika harus dibongkar untuk keperluan perbaikan.
Pemugaran candi dibiayai APBN sebesar Rp 900 jutaan, terfokus pada pembongkaran. Proyek ini akan berlangsung 180 hari. Tim akan meneliti struktur dan konstruksi candi. Material apa saja yang digunakan dalam pendirian Candi Sukuh. Hasil penelitian berguna dalam upaya mengembalikan kembali bentuk Candi Sukuh seperti aslinya. Pengembalian bentuk candi akan memakai sistem yang reversible yang memungkinkan batu dikembalikan lagi jika ada kesalahan, tanpa merusak.(*/)

isian-sukuh -batu
Ritual di Sukuh


SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>