Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Seniman Tak Gubris Pendaftaran Cawali Sudah Ditutup KPU

Seniman Tak Gubris Pendaftaran Cawali Sudah Ditutup KPU

Posted by WARTO SOLO on Rabu, 29 Juli 2015

SOLO,wartosolo.com- Dagelan Citro Mitro bersama Persatuan Seniman Komedi Indonesia (Paksi) nekat mendaftarkan wakilnya ke Komis Pemilihan Umum (KPU) Surakararta untuk maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota dalam pemilu mendatang. Padahal mereka tahu, KPU telah menutup pendaftaran calon wali kota sejak Selasa (28/7). Memang tak lucu kiranya, bila seniman tak nekat dan tetap ''ngeyel'' mendaftar. Hingga Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Perencanaan dan Badan Penyelenggara KPU, Kajad Pamuji Joko Waskito turun tangan.


seniman-daftar-cawali
Foto bersama

Kajad pun menerangkan pendaftaran telah ditutup, jadi KPU tak bisa menerima pendaftaran cawawali lagi. Dua calon yang kemarin mendaftar yakni pasangan FX hadi Rudyatmo dan Acmhad Purnomo serta Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri  sudah sah. "Jadi dua calon ini sudah cukup," katanya. Selain itu kata Kajad, cawali dari seniman tidak bisa diterima karena mereka berasal dari jalur independen. padahal sesuai undang-undang calon independen harus memenuhi syarat-syarat tertentu. "Terpaksa kami menolak permohonan para seniman ini karena ketentuannya memang demikian," kata dia.
Sekali lagi tak lucu, bila seniman hanya diam saja mendengar penjelasan salah satu komisioner ini. Triharjono koordinator rombongan tetap meminta penjelasan kegiatan apa yang bisa dilakukan jelang pemilu nanti. "Ya nanti anda bisa ikut sosialisasi," kata Kajad.
Jawaban seperti itulah yang ditunggu para seniman yang biasa manggung di Taman Balekambang Solo. Nah guna menghibur komisioner yang rela menemui mereka, para seniman yang terdiri atas Tutik Sanjaya, Es Jusi, Brintik, Mul Kucir, Eklek dan Triharjono meminta izin kepada komisioner KPU untuk diperbolehkan pentas di ruang pertemuan tersebut. Akhirnya fragmen pementasan berdurasi 10 menit tentang sosialisasi pemilu pun dipertontonkan kepada penghuni kantor penyelenggara pemilu itu, sekaligus kepada wartawan peliput.
"Adegan yang dipentaskan adalah menunjukkan, bahwa masyarakat bawah perlu diberikan sosilaisai mengenai pesata lima tahunan. bagaiamana pun  juga masyarakat kudu mengetahui para pasangan calon dan misi visinya. Sehingga pada saat datang TPS bisa benar-benar menggunakan hak suaranya sesuai dengan hati nurani," katanya Triharjono.
Salah satu awak Dagelan Cito Mitro, Tutik Sanjaya mengatakan, seluruh peristiwa yang berlangsung di KPu hanya sebuah daegalan saja. Maksud sebenarnya kedatangan mereka ke kantor penyelenggara pemilu itu adalah untuk mendukung pergelaran pesta demokrasi lima tahunan. Sehingga pelakasanaan pemili di kOta Solo berlangsung aman, damai dan lancar dan berhasil memilih pemimpin harapan masyarakat luas.(*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>