Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Cara FPRB Boyolali Demi Bantu Sesama ini Menakjubkan

pakaian-layak-pakai2


-Flash Sale Pakaian Bekas Serba Rp 5.000 

BOYOLALI,wartosolo.com-Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Boyolali punya cara jitu dalam menghimpun dana untuk didonasikan kembali kepada korban bencana di Tanah Air. Salah satu upaya yang sekarang ditempuh adalah menyulap bantuan pakaian layak pakai (PLP) dari dermawan/donatur menjadi dana segar. Dimana dana itu siap disalurkan langsung atau diberikan kebutuhan pokok untuk membantu korban bencana alam. 
Sekretaris FPRB Boyolali Agung Nugroho mengatakan terobosan ini ditempuh karena saking banyaknya bantuan PLP yang masuk. Sementara, bantuan PLP di lokasi pengungsian biasanya tidak begitu diminati karena beberapa hal.
"Ya akhirnya kami memutar otak mencari cara, bagaimana bantuan dari dermawan/donatur ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Akhirnya kami mencoba mencari cara menjajakannya kepada masyarakat. Seperti yang kami lakukan sekarang ini dengan menggelar flash sale PLP seharga Rp 5.000/item," terang Agung, Jumat (11/1).
Promosi lewat media sosial seperti instagram, facebook, twitter pun digenjot. Bahkan, bas camp FPRB di Jalan Boyolali-Magelang, Tegalrejo, Winong Boyolali ditempeli spanduk berisi penawaran flash sale tadi.
Baca : Gedung Muzdalifah Asrama Haji Dioptimlakan untuk Genjot PAD 
Baca : Sungguh Menyentuh Hati, ''Orang Gila'' Ini Ikut Tunaikan Shalat di Masjid

 Sambutan antusias

Tak menunggu lama, promosi yang digelar relawan FPRB Boyolali ini langsung mendapatkan respons positif. Warga di sekitar base camp, teman-teman dari relawan banyak yang datang membeli. Ada pula orang luar yang datang dan membeli PLP ini. Hal sama terjadi di dunia maya, dimana permintaan PLP ini juga melonjak. Bahkan, transaksi penjualan PLP sampai dengan pekan ini bisa mencapai jutaan rupiah. 
"Alhamdulillah upaya kami menjajakan PLP berjalan baik. Saat ini terkumpul dana Rp 1.350.000, dana yang terkumpul kembali didonasikan kepada korban bencana alam," katanya.
pakaian-layak-pakai1
Warga yang membeli pakain ini mengaku akan memakainya di rumah. Adapun PLP yang dijual di pegunungan seperti di Selo lereng Merbabu mendapatkan ruang khusus bagai warga di sana. Peminatnya warga, lalu petani, pencari kayu bakar atau pekerja kasar. Pakaian yang dibeli tadi dipakai ke sawah, ke hutan atau bekerja di bangunan.
"Jadi semacam sebagai pakaian telesan. warga di Selo (lereng Merbabu) di pedesaan senang membeli pakain ini. Meski pakaian rusak sedikit kena noda." 
Koordinator FPRB Yanto ''Goweng'' Budiyono menambahkan, relawan FPRB dibantu pelajar/mahasiswa asal Boyolali, Solo dan Saltiga menggalang bantuan untuk korban bencana dengan cara semacam ini. Sebab komunitas tersebut anggotanya memang siswa SMA/SMK dan mahasiswa. 
"Tujuannya untuk melatih dan menumbuhkan kesadaran pelajar peduli terhadap lingkungan dan sosial kemanusiaan dari usia dini," imbuh Goweng. (red)
Kunjungi : Kembali Hidup Normal 40-an Penyandang Disabilitas Go Home

Gedung Muzdalifah Asrama Haji Dioptimlakan untuk Genjot PAD


siswa-smpn4

BOYOLALI,wartosolo.com- Salah satu fasilitas di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali yang paling sering disewa masyarakat dari berbagai lapisan adalah gedung Muzdalifah. Gedung terluas di AHD ini bisa menampung ratusan hingga ribuan orang dalam kegiatan rapat umum atau pertemuan massal. Tak mengherankan bila pengelola AHD menggenjot promosi gedung ini untuk disewakan ke publik. 
Kasi Unit Pengelola Aset Daerah Wilayah Surakarta dan AHD mengungkapkan, setiap tahun AHD ditargetkan menyetor PAD sekitar Rp 3-5 miliar. Sehingga pihaknya terus meningkatkan pelayanan gedung dan fasilitas lainnya untuk memenuhi target kas daerah tersebut.
"Masyarakat umum banyak yang menyewa gedung itu untuk pesta pernikahan. Organisasi, komunitas, pemerintahan dan sekolah juga banyak yang menyewanya. Ya sangat membantu kami dalam mendapatkan pemasukan dari sewa gedung," katanya.
Dikatakan, pesta pernikahan paling sering digelar di gedung ini. Hingga pihaknya meningkatkan fasilitas seperti penambahan dekorasi, penataan ruang, dan penambahan meja kursi. Namun, penyumbang pendapatan yang terbesar tetap berasal dari kegiatan ibadah haji yang digelar setiap tahun. "Kegiatan haji di AHD ini paling banyak menyetor PAD, karena seluruh fasilitas dipakai selama dua bulan."
Terkait nilai sewa gedung, Joko memastikan angkanya tidak memberatkan masyarakat. Bahkan, sewa gedung jauh di bawah hotel berbintang atau gedung pertemuan lainnya.
"Ya nilainya jutaan untuk umum," katanya. 
Salah satu penyewa gedung sekaligus guru SMPN 4 Surakarta Anshori mengatakan, pilihan mengambil tempat di AHD ini karena alasan pendanaan. Selain itu tema kegiatan sekolah yakni pendidikan karakter dan spiritualitas siswa klop dengan fasilitas di AHD.
 "Hari ini (kemarin-red) kami menggelar kegiatan rutin siswa setiap tahun sekali untuk meningkatkan kepercayaan diri para siswa SMPN 4 Surakarta. Gedung Muzdalifah di asrma haji ini paling cocok," imbuhnya. 

108 Kelompok Relawan Siap Menangkan Prabowo-Sandi di Soloraya

relawan


SOLO,wartosolo.com-Tekad kuat memenangkan pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Surakarta dan sekitarnya diusung 108 kelompok relawan. Dalam acara pertemuan Koordinasi dan Konsolidasi Relawan Prabowo-Sandi Soloraya di Hotel Arini, Purwosari, Solo, Selasa (25/12/2018), perwakilan ke-108 kelompok relawan bakal all out memenangkan pasang nomor urut 02 tersebut.
Stigma bahwa wilayah Jawa Tengah khususnya kawasan eks Karesidenan Surakarta akan sulit dimenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga siap dipatahkan, meski petahana menang telak saat Pilpres 2014 lalu.
"Dengan seluruh ihtiar serta doa seluruh relawan dan pendukung Prabowo-Sandi, Wilayah Jawa Tengah khususnya di kawasan eks Karesidenan Surakarta atau Soloraya bukanlah hal mustahil bisa kita menangkan,” ungkap Bambang Sukoco, yang memandu kegiatan Konsolidasi dan Koordinasi Relawan Prabowo-Sandi tersebut. 
Bambang Sukoco, perwakilan dari kelompok relawan Aliansi Masyarakat Madani (AMM) itu mengajak semua relawan bekerja keras dan berpikir cerdas untuk bisa meraih suara maksimal bagi Prabowo-Sandi. Mengingat kawasan Surakarta dan sekitarnya adalah lumbung suara Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014 karena saat itu bisa meraih di atas 80 persen. 
“Namun kondisi sekarang sudah beda, ada semangat luar biasa dari masyarakat untuk berubah dari keterpurukan dan lepas dari perlakuan yang tidak berkeadilan. Tren dukungan untuk Pak Prabowo-Sandiaga terus meningkat. Insya Allah kita jemput pemimpin baru di 2019,” ungkapnya. 
Dalam ajang konsolidasi dan koordinasi yang dinisiasi oleh AMM itu, dihadiri lebih dari 100 perwakilan kelompok relawan nomor urut 02 yang berasal dari Soloraya. Mereka membahas berbagai persoalan mulai dari strategi, penyamaan persepsi dan hal-hal teknis lainnya. Mereka juga akan membuat Sekber (Sekretariat Bersama) untuk memenangkan Prabowo-Sandi.
Hadir dalam kesempatan itu, Ferry Juliantono selaku Wakil Direktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Tim Capres Prabowo-Sandi, Abdul Wachid selaku Ketua Pemenangan Jateng, tokoh Mega Bintang Mudrick Sangidoe dan sejumlah tokoh lainnya. 
Ferry Juliantono juga memberikan pidato dan memompa semangat para relawan. “Saya percaya bahwa masyarakat Jateng ini termasuk Surakarta ini masyarakatnya sangat terbuka dan cair. Karena di Jateng Golkar pernah menang, PDIP juga pernah menang, Demokrat juga pernah menang. Ini menunjukkan masyarakatnya sangat terbuka dalam melihat dukungan politik. Tahun 2014 lalu Pak Jokowi pernah menang di Jateng, dan bisa jadi 2019 ganti yang menang adalah Pak Prabowo,” kata Ferry.
Muhammad Dai selaku Ketua AMM menambahkan, meski kegiatan konsolidasi dan koordinasi ini diinisiasi oleh AMM, forum tersebut milik semua kelompok relawan. Dai berharap koordinasi jalan terus dan tidak berhenti hari itu. Mereka diharapkan intens melakukan koordinasi antar kelompok relawan. (adm)

Giliran BKK Salatiga Diapresiasi Komisi C DPRD Jateng


SALATIGA,wartosolo.com - Komsi C DPRD Jateng mengapresiasi kinerja BKK Kota Salatiga yang terus bertumbuh average di atas 10 persen selama empat tahun terakhir. Dalam dialog, anggota Komisi C Ahmad Ridwan yang memimpin kunjungan kerja mewanti-wanti penguru BKK agar menjaga, mempertahankan dan syukur-syukur biasa meningkatkan kinerjanya. 

"Jaman seperti sekarang harus waspada, pengawasan harus dilaksanakan secara berkelanjutan,  jangan sampai kreditnya banyak yang bermasalah dan kemudian merugi," saran politikus PDI Perjuangan itu. 

Senada, anggota Komisi C Muhammad Rodhi menambahkan, harus tetap pegang teguh prinsip kehati-hatian, jangan sampai tingkat kredit bermasalahnya naik lagi dari posisi per November 2018 sebesar 18,9 persen. 

Sedangkan anggota Komisi C Mustholih menanyakan berapa tahun pengelola dapat menurunkan kredit bermasalah pada level di bawah 10  persen, "dengan kondisi faktual saat ini baik personil maupun sarpras yang ada," kata politikus PAN itu. 
Baca : Mari Intip Bartender Halal di Table Manner Syariah Hotel Solo  
Baca : Ancaman Angin Puting Beliung, Waspadai Cuaca Ekstrem - 

Namun anggota Komisi C Maria Tri Mangesti berpesan, agar laporan disusun secara lengkap, masing-masing ada indikator keuangannya. "Jangan sampai ada data rasio keunangannya tapi tidak disertai indikator keuangan," tutur politikus PDI Perjuangan itu. 

Menanggapi Komisi C, Direktur BKK Agus Joko Susilo antara lain menjelaskan, tingkat kredit bermasalah bisa diturunkan di bawah 10 persen paling cepat dua tahun ke depan. 

bpr-salatiga1


BKK Sidorejo Kota Salatiga yang didirikan dengan modal dasar Rp 15 miliar itu terus bertumbuh cukup baik. Secara tahunan asetnya tumbuh 18% pada tahun 2016 namun setahun kemudian hanya 1% (2017). Sedangkan labanya periode sama berumbuh minus -66% dan mulai bangkit tahun berikutny 2017 sebesar 108%. Per November tahun 2018 ini tercatat asetnya sebesar Rp 40,6 miliar atau meningkat 16% dibanding 2017, dengan raihan laba sebanyak Rp 732,4 juta (naik 12%).

Rasio keuangannya cukup sehat,  kecukupan modalnya tahun ini 24,5%, kemampuan mencetak laba (rentabilitas) ditunjukan tingkat pengembalian asetnya 1,92% dan beaya operasionalnya masih wajar di angka 84,14% maupun cash rasionya 32,4%. Namun yang aneh tahun 2016 di mana rasio kecukupan modalnya bagus (38,3%), NPL 16,3% tapi justru tingkat pengembalian asetnya minus -0,71% dan labanya anjlok 66% dibanding tahun sebelumnya.
Kunjungi pula : Kembali Hidup Normal 40-an Penyandang Disabilitas Go Home 

"Our River Our Life" Kampanye Bersih Sungai Smada Boyolali

bersih-kali


BOYOLALI,wartosolo.com-Tak mau melihat sampah menyumbat dan mengotori sungai karena menyebabkan banjir. Sebanyak 30 siswa dari siswa SMAN 2 (Smada) Boyolali perwakilan dari OSIS MPK, perwakilan ekskul pramuka, dan Paskibra  bergerak membersihkan sampah-sampah itu. 
Siswa dengan memakai seragam olahraga dan didampingi guru memunguti sampah, membersihkan genangan dan mencabuti rumput liar. 
Kegiatan bersih-bersih sungai ini berlangsung mulai pukul 08.00-11.30, Rabu (12/12) di Kali Tlatar, Boyolali.  Siswa kelas XI MIPA 4 Faqih Kuncoro Adi mengatakan, bakti sosial ini memiliki tema utama, our river our life. 
"Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah di sungai," imbuhnya. 
Baca : Kembali Hidup Normal 40-an Penyandang Disabilitas Go Home 
Baca : Karya Bakti Daerah Tahap IV TA. 2018 Resmi Di Tutup, Target Tercapai 100 Persen
Dikatakan, mulai pukul 08.00 aksi bersih bersih dimulai. Tadi ada juga warga sekitar yang ikut membantu aksi sosial ini. 
Wakasek Kesiswaan Paidi menambahkan, Program Smada Peduli ini dalam rangka mengisi waktu jeda ujian akhir semester (PAS). Smada Peduli ini merupakan kegiatan implementasi program kerja dari seksi bidang 4 yaitu bidang kepribadian dan budi pekerti luhur.
"Tadi pagi siswa diajak untuk menjaga lingkungan dengan cara membersikan sampah di Kali Tlatar Desa Kebonbimo. Sebelumnya kami sudah izin perangkat desa untu kegiatan ini." imbuh Paidi. (red)
Simak juga : Noor Setia Berdayakan Kaum Disabilitias
Berikut ini kondisi Kali Tlatar sebelum dan sesudah dibersihkan siswa dalam rangka Smada Peduli :

1. Kondisi Kali Tlatar sebelum dibersihkan

sampah-bersih3

sampah-bersih4

sampah-bersih2
Silahkan simak : Ayu ''Coklat Tempe'' Serius Geluti Jajanan Anak-anak 

2. Kondisi Kali Tlatar setelah dibersihkan
sampah-bersih1
Kunjungi pula : Komisi C DPRD Jateng Apresiasi BPR BKK Boyolali 

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>