Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Ada Pesona Surgawi di Air Terjun Jumog


air-mancur-jumog

 "Kesan pertama begitu menggoda. Selanjutnya terserah anda !" 
KIASAN itu bisa sedikit menggambarkan tentang objek wisata alami yang indah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. Betapa tidak, objek wisata air terjun ini begitu alami dan seolah belum tersentuh tangan manusia. 
Jika anda datang ke air terjun ini. Anda dipaksa menuruni 116 anak tangga. 
Bagi anda penikmat keindahan alam tantangan ini bukan halangan demi menikmati wisata alam yang iniah di Air Terjun Jumog Karanganyar. 
Air Terjun Jumog merupakan wisata andalan di Kabupaten Karanganyar. Obyek wisata ini berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Jaraknya sekitar 41 kilometer dari arah Kota Surakarta. 
Berhawa sejuk dan hamparan pepohonan rindang mengelilingi tempat wisata ini. Saat hendak menuju air terjun ini, anda tak bakalan kepanasan 
Sebab selesai menapaki 161 anak tangga, kaki-kaki anda bakal langsung merasakan kesegaran air terjun tersebut. 
Baca : Tiket Masuk Wisata Pandawa Water World Solo Ditawarkan Harga Murah
Baca : Asyiknya, Liburan di Pandawa Water World Solo

Belum terjamah

Dulu kala saat ditemukan, Air terjun Jumog langsung dijuluki Surga yang Hilang. Betapa tidak, sebelum resmi dibuka untuk umum pada 2004, jalan masuk air terjun ini ditutupi semak belukar. 
Warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo pun bekerja keras dengan bergotong royong membabat semak dan membuka jalan sehingga air terjun ini agar bisa dilihat umum. 
Oya, Tinggi air terjun ini hanya sekitar 30 meter. Debit airnya tak terlalu besar meski hujan turun. Pada musim kemarau datang, debit air juga tak sedikit. Airnya begitu jernih dan menyegarkan. Biasanya, pengunjung bermain dan merendam kaki di aliran sungai yang meneruskan limpahan air terjun. 
air-mancur-jumog1

Di depan air terjun, Badan Umum Milik Desa Berjo yang mengelola tempat wisata ini membuat jembatan. Lokasi ini menjadi tempat favorit pengunjung berfoto dengan latar air terjun. Pengelola juga membuat bangku-bangku dari kayu yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk melepas lelah dan menikmati kawasan wisata ini. 
Fasilitas lain yang disediakan pengelola berupa wahana permainan anak berupa jungkat jungkit, ayunan, dan bola panjat. Ada juga kolam renang untuk anak. Namun, tak banyak wahana air yang tersedia selain ember tumpah. Anda yang tak membawa bekal tak perlu khawatir kelaparan. Terdapat jajaran warung yang menyiapkan beragam menu, mulai mi instan sampai sate kelinci atau sate ayam. Anda pun punya pilihan menikmati di dalam warung atau di pinggir anak sungai air terjun. Wahana permainan air di Air Terjun Jumog di Kabupaten Karanganyar. Deretan warung juga ada di jalur sebelum loket masuk air terjun. Mereka tak sekadar menawarkan makanan tetapi juga oleh-oleh produk masyarakat sekitar. Semisal, keripik ketela dan teh beragam rasa, serta jambu kristal. Tiket masuk Air Terjun Jumog hanya dipatok Rp 3.000 per orang. 
Baca : Wisata Taman Balekambangan, Solo, Jawa Tengah

Naik minibus

Anda yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkirkan motor dan mobil di tempat yang telah disediakan pengelola. Tarif parkir sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. 
Anda yang lebih menikmati menggunakan kendaraan umum, bisa naik bus dari terminal Solo. Pilih bus jurusan Tawangmangu atau Matesih, dan turun di Terminal Karangpandan. Perjalanan dilanjutkan menggunakan minibus jurusan Ngargoyoso atau Kemuning. Anda bisa turun di pos retribusi wisata Kemuning atau di Nglorog dan berganti naik ojek. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB. 
Objek wisata terbau di Karanganyar ini kemudian dilirik oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk dikembangkan lagi. Bahkan, awal Maret lalu Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwista Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengundang sejumlah pelaku wisata asal Jawa Timur untuk mengeksplorasi objek wisata ini. 
air-mancur-jumog2

Khalik salah satu jurnalis mengaku kagum dengan pesona wisata Air Terjun Jumog ini. "Indah banget, alami dan asri. Objek wisata ini bisa dikembangkan lebih baik lagi ke depannya," katanya. 
Kepala Seksi Pengembangan dan Pasar Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwista Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Tanti Apriani, mengatakan, pelaku wisata asal Jawa Timur langsung melakukan eksplorasi potensi wisata di Air Terjun Jumog ini. "Tujuannya adalah pelaku wisata ini bisa meliat dari dekat potensi wisata ini dan memasarkan langsung kepada calon wisatawan di daerahnya."
Selain di Air Terjun Jumog ini, Karanganyar kaya dengan potensi wisata lain seperti, Candi Cetha/Sukuh, kawasan kebun teh Kemuning, Rumah Atsiri Indonesia, Museum Pabrik Gula De Tjolomadeo dan masih banyak lagi. (sumber utama travel kompas)
Simak : Objek Wisata Bernama "Jeglogan Sewu'' ini Tiba-tiba Jadi Bahan Perbincangan Netizen

Milad ke-5 Syariah Hotel Solo Perkokoh Diri menjadi The Biggest Syariah Hotel in Indonesia

shs


SOLO,wartosolo.com - Di usia ke-5, Syariah Hotel Solo yang terletak di Jl. Adisucipto No 47, Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, optimis menjadi pelopor dan panutan dalam perkembangan bisnis hotel syariah, baik di kota Surakarta maupun Indonesia. 
Public Relations Syariah Hotel Solo, Adil Erdita Ayu Marta mengatakan, pengukuhan diri tersebut dapat tercermin dari beragam prestasi yang telah diraih oleh manajemen setahun terakhir ini, baik di tingkat internal maupun eksternal perusahaan.
Adil mengungkapkan, menuju perjalanan bisnisnya yang kelima, Syariah Hotel Solo telah meraih sejumlah prestasi yang membanggakan. Seperti memenangkan Solo Best Brand Index (SBBI) dan Excellent Brand Award Kategori Hotel Syariah 2018, Certificate of Excellent dari Tripadvisor sebagai pelaku bisnis yang mendapat komentar positif selama satu tahun serta mendapatkan penghargaan dari HotelsCombined dalam kategori Customer Statisfication Worldwide (kepuasaan konsumen kelas dunia). 
Selain berprestasi, Syariah Hotel Solo juga telah membuktikan diri sebagai hotel syariah yang selalu berkomitmen menjaga kehalalan di setiap pelayanan kepada tamu. Hal ini dibuktikan dengan telah didapatkannya dua sertifikat bergengsi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 
Baca : Dukung SGS, Hotel SHS Siapkan Diskon Hingga 60 persen 
Baca : Lorin Group Borong Penghargaan Bergengsi di Ajang SBBI

Yakni Sertifikat Syariah Hilal 2 di sisi pelayanan tamu oleh DSN MUI Pusat, hal ini semakin mengukuhkan Syariah Hotel Solo sebagai hotel syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang telah mendapatkan Sertifikat Syariah. 
Selain itu lanjut dia, ada pula Sertifikat Jaminan Halal di sisi pengolalan makanan dan minuman oleh LPPOM MUI Jawa Tengah, yang menjadikan restoran Syariah Hotel Solo (Al Kautsar Restaurant) sebagai restoran pertama di Jawa Tengah yang mendapatkan sertifikat halal. 
Menjelang Milad Ke-5, Syariah Hotel Solo menyelenggarakan serangkain kegiatan bersifat sosial. Rangkaian pra event Milad 5 Syariah Hotel Solo mulai digelar dari tanggal 8-9 Maret 2019.
"Pra event Milad ini kami sajikan secara sederhana. Namun diharapkan tetap memberikan manfaat positif bagi lingkungan internal maupun eksternal hotel," paparnya. 
Dijelaskan, pra event Milad ke-5 Syariah Hotel Solo dimulai pada tanggal 8 Maret 2019 dengan memberikan bantuan kepada 10 Musholla disekitar hotel berupa infaq, perlengkapan sholat dan peralatan kebersihan. Lalu, dilanjutkan dengan membersihkan masjid Paromosumo yang merupakan masjid Kagungan Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang digunakan sebagai tempat ibadah bagi para abdi dalem dan kerabat keraton yang tinggal di dalam lingkungan tembok istana. 

shs2.jpg

Bakti sosial

Tanggal 9 Maret 2019, kegiatan dilanjutkan dengan donor darah yang tidak hanya diikuti oleh karyawan hotel tetapi juga masyarakat umum. Jumlah pendaftar pada aksi donor darah kali ini mencapai 40 pendonor, bahkan pihak manajemen hotel mewajibkan setiap departemen untuk mengirimkan perwakilannya. Kegiatan donor darah ini memang bertujuan untuk memperingati milad ke-5 Syariah Hotel Solo, tetapi tujuan utamanya agar kita dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan darah. 
Seluruh kegiatan pra hingga puncak acara ini kami gelar secara sederhana, dengan mengambil tema, Munajat Lillahi Ta’ala diharapkan di usia ke 5 ini, manajemen Syariah Hotel Solo lebih giat dalam berusaha memberikan pelayanan kepada tamu dengan berikhtiar baik, namun tetap memasrahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. 
"Selain itu, kegiatan pra milad berupa membagikan bantuan sosial merupakan wujud rasa syukur kami atas eksistensi Syariah Hotel Solo di tengah semakin ketatnya industri perhotelan di kota Surakarta."

Simak pula : Syariah Hotel Solo Helat Haul Ibu Tien Soeharto Ke-22

Cara FPRB Boyolali Demi Bantu Sesama ini Menakjubkan

pakaian-layak-pakai2


-Flash Sale Pakaian Bekas Serba Rp 5.000 

BOYOLALI,wartosolo.com-Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Boyolali punya cara jitu dalam menghimpun dana untuk didonasikan kembali kepada korban bencana di Tanah Air. Salah satu upaya yang sekarang ditempuh adalah menyulap bantuan pakaian layak pakai (PLP) dari dermawan/donatur menjadi dana segar. Dimana dana itu siap disalurkan langsung atau diberikan kebutuhan pokok untuk membantu korban bencana alam. 
Sekretaris FPRB Boyolali Agung Nugroho mengatakan terobosan ini ditempuh karena saking banyaknya bantuan PLP yang masuk. Sementara, bantuan PLP di lokasi pengungsian biasanya tidak begitu diminati karena beberapa hal.
"Ya akhirnya kami memutar otak mencari cara, bagaimana bantuan dari dermawan/donatur ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Akhirnya kami mencoba mencari cara menjajakannya kepada masyarakat. Seperti yang kami lakukan sekarang ini dengan menggelar flash sale PLP seharga Rp 5.000/item," terang Agung, Jumat (11/1).
Promosi lewat media sosial seperti instagram, facebook, twitter pun digenjot. Bahkan, bas camp FPRB di Jalan Boyolali-Magelang, Tegalrejo, Winong Boyolali ditempeli spanduk berisi penawaran flash sale tadi.
Baca : Gedung Muzdalifah Asrama Haji Dioptimlakan untuk Genjot PAD 
Baca : Sungguh Menyentuh Hati, ''Orang Gila'' Ini Ikut Tunaikan Shalat di Masjid

 Sambutan antusias

Tak menunggu lama, promosi yang digelar relawan FPRB Boyolali ini langsung mendapatkan respons positif. Warga di sekitar base camp, teman-teman dari relawan banyak yang datang membeli. Ada pula orang luar yang datang dan membeli PLP ini. Hal sama terjadi di dunia maya, dimana permintaan PLP ini juga melonjak. Bahkan, transaksi penjualan PLP sampai dengan pekan ini bisa mencapai jutaan rupiah. 
"Alhamdulillah upaya kami menjajakan PLP berjalan baik. Saat ini terkumpul dana Rp 1.350.000, dana yang terkumpul kembali didonasikan kepada korban bencana alam," katanya.
pakaian-layak-pakai1
Warga yang membeli pakain ini mengaku akan memakainya di rumah. Adapun PLP yang dijual di pegunungan seperti di Selo lereng Merbabu mendapatkan ruang khusus bagai warga di sana. Peminatnya warga, lalu petani, pencari kayu bakar atau pekerja kasar. Pakaian yang dibeli tadi dipakai ke sawah, ke hutan atau bekerja di bangunan.
"Jadi semacam sebagai pakaian telesan. warga di Selo (lereng Merbabu) di pedesaan senang membeli pakain ini. Meski pakaian rusak sedikit kena noda." 
Koordinator FPRB Yanto ''Goweng'' Budiyono menambahkan, relawan FPRB dibantu pelajar/mahasiswa asal Boyolali, Solo dan Saltiga menggalang bantuan untuk korban bencana dengan cara semacam ini. Sebab komunitas tersebut anggotanya memang siswa SMA/SMK dan mahasiswa. 
"Tujuannya untuk melatih dan menumbuhkan kesadaran pelajar peduli terhadap lingkungan dan sosial kemanusiaan dari usia dini," imbuh Goweng. (red)
Kunjungi : Kembali Hidup Normal 40-an Penyandang Disabilitas Go Home

Gedung Muzdalifah Asrama Haji Dioptimlakan untuk Genjot PAD


siswa-smpn4

BOYOLALI,wartosolo.com- Salah satu fasilitas di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali yang paling sering disewa masyarakat dari berbagai lapisan adalah gedung Muzdalifah. Gedung terluas di AHD ini bisa menampung ratusan hingga ribuan orang dalam kegiatan rapat umum atau pertemuan massal. Tak mengherankan bila pengelola AHD menggenjot promosi gedung ini untuk disewakan ke publik. 
Kasi Unit Pengelola Aset Daerah Wilayah Surakarta dan AHD mengungkapkan, setiap tahun AHD ditargetkan menyetor PAD sekitar Rp 3-5 miliar. Sehingga pihaknya terus meningkatkan pelayanan gedung dan fasilitas lainnya untuk memenuhi target kas daerah tersebut.
"Masyarakat umum banyak yang menyewa gedung itu untuk pesta pernikahan. Organisasi, komunitas, pemerintahan dan sekolah juga banyak yang menyewanya. Ya sangat membantu kami dalam mendapatkan pemasukan dari sewa gedung," katanya.
Dikatakan, pesta pernikahan paling sering digelar di gedung ini. Hingga pihaknya meningkatkan fasilitas seperti penambahan dekorasi, penataan ruang, dan penambahan meja kursi. Namun, penyumbang pendapatan yang terbesar tetap berasal dari kegiatan ibadah haji yang digelar setiap tahun. "Kegiatan haji di AHD ini paling banyak menyetor PAD, karena seluruh fasilitas dipakai selama dua bulan."
Terkait nilai sewa gedung, Joko memastikan angkanya tidak memberatkan masyarakat. Bahkan, sewa gedung jauh di bawah hotel berbintang atau gedung pertemuan lainnya.
"Ya nilainya jutaan untuk umum," katanya. 
Salah satu penyewa gedung sekaligus guru SMPN 4 Surakarta Anshori mengatakan, pilihan mengambil tempat di AHD ini karena alasan pendanaan. Selain itu tema kegiatan sekolah yakni pendidikan karakter dan spiritualitas siswa klop dengan fasilitas di AHD.
 "Hari ini (kemarin-red) kami menggelar kegiatan rutin siswa setiap tahun sekali untuk meningkatkan kepercayaan diri para siswa SMPN 4 Surakarta. Gedung Muzdalifah di asrma haji ini paling cocok," imbuhnya. 

108 Kelompok Relawan Siap Menangkan Prabowo-Sandi di Soloraya

relawan


SOLO,wartosolo.com-Tekad kuat memenangkan pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Surakarta dan sekitarnya diusung 108 kelompok relawan. Dalam acara pertemuan Koordinasi dan Konsolidasi Relawan Prabowo-Sandi Soloraya di Hotel Arini, Purwosari, Solo, Selasa (25/12/2018), perwakilan ke-108 kelompok relawan bakal all out memenangkan pasang nomor urut 02 tersebut.
Stigma bahwa wilayah Jawa Tengah khususnya kawasan eks Karesidenan Surakarta akan sulit dimenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga siap dipatahkan, meski petahana menang telak saat Pilpres 2014 lalu.
"Dengan seluruh ihtiar serta doa seluruh relawan dan pendukung Prabowo-Sandi, Wilayah Jawa Tengah khususnya di kawasan eks Karesidenan Surakarta atau Soloraya bukanlah hal mustahil bisa kita menangkan,” ungkap Bambang Sukoco, yang memandu kegiatan Konsolidasi dan Koordinasi Relawan Prabowo-Sandi tersebut. 
Bambang Sukoco, perwakilan dari kelompok relawan Aliansi Masyarakat Madani (AMM) itu mengajak semua relawan bekerja keras dan berpikir cerdas untuk bisa meraih suara maksimal bagi Prabowo-Sandi. Mengingat kawasan Surakarta dan sekitarnya adalah lumbung suara Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014 karena saat itu bisa meraih di atas 80 persen. 
“Namun kondisi sekarang sudah beda, ada semangat luar biasa dari masyarakat untuk berubah dari keterpurukan dan lepas dari perlakuan yang tidak berkeadilan. Tren dukungan untuk Pak Prabowo-Sandiaga terus meningkat. Insya Allah kita jemput pemimpin baru di 2019,” ungkapnya. 
Dalam ajang konsolidasi dan koordinasi yang dinisiasi oleh AMM itu, dihadiri lebih dari 100 perwakilan kelompok relawan nomor urut 02 yang berasal dari Soloraya. Mereka membahas berbagai persoalan mulai dari strategi, penyamaan persepsi dan hal-hal teknis lainnya. Mereka juga akan membuat Sekber (Sekretariat Bersama) untuk memenangkan Prabowo-Sandi.
Hadir dalam kesempatan itu, Ferry Juliantono selaku Wakil Direktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Tim Capres Prabowo-Sandi, Abdul Wachid selaku Ketua Pemenangan Jateng, tokoh Mega Bintang Mudrick Sangidoe dan sejumlah tokoh lainnya. 
Ferry Juliantono juga memberikan pidato dan memompa semangat para relawan. “Saya percaya bahwa masyarakat Jateng ini termasuk Surakarta ini masyarakatnya sangat terbuka dan cair. Karena di Jateng Golkar pernah menang, PDIP juga pernah menang, Demokrat juga pernah menang. Ini menunjukkan masyarakatnya sangat terbuka dalam melihat dukungan politik. Tahun 2014 lalu Pak Jokowi pernah menang di Jateng, dan bisa jadi 2019 ganti yang menang adalah Pak Prabowo,” kata Ferry.
Muhammad Dai selaku Ketua AMM menambahkan, meski kegiatan konsolidasi dan koordinasi ini diinisiasi oleh AMM, forum tersebut milik semua kelompok relawan. Dai berharap koordinasi jalan terus dan tidak berhenti hari itu. Mereka diharapkan intens melakukan koordinasi antar kelompok relawan. (adm)

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>