Inspirasi

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Suasana Kekeluargaan, Syukuran Kapenrem 074/Surakarta-Awak Media, Sederhana 

Post by On Friday, November 17, 2017

Syukuran Kapenrem 074/Surakarta-Awak Media 

SOLO,wartosolo.com- Kapenrem 074/Warastratama Surakarta Kapten Inf Alfian Yudha mengajak awak media Solo Raya mengikuti syukuran di kantor Penrem kompleks Korem 074/Surakarta, Jumat (17/11). Kegiatan yang bertujuan mempererat tali silaturahim dengan awak media memang rutin digelar jajaran Korem 074/Warastratama Surakarta.

"Hanya saja ini, kenapa digelar di sini karena lebih deka. Kalau syukuran digelar di rumah saya nanti kejauhan. Syukuran kecil-kecilan saja,"kata kapenrem yang juga disaksikan staf penrem. Kapten Inf Alfian Yudha menuturkan, rasa puji syukurnya karena masih diberikan kesempatan menjalankan tugas dengan baik. Rasa syukurnya bertambah setelah orang tuanya juga terus diberi kesehatan.

"Saya haturkan puji syukur atas kesembuhan bapak saya yang habis sakit."


Perwira pertama ini mengatakan, pelaksanaan hajatan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu-Bobby Nasution berjalan lancar. Peran serta wartawan peliput cukup besar mengekspos  hajatan itu. Dikatakan, acara syukuran yang disambung silaturahim ini juga dalam rangka penyegaran kembalk awak media yang bertugas di Solo Raya.

"Karena ada sejumlah wartawan yang berpindah area dan lembaga, maka kami juga membutuhkan data tersebut," imbuhnya. Agung dari media elektronik nasional mengungkapkan silaturahmi antara anggota Korem dan media selama ini berlangsung selaras. "Semoga semua sehat, selamat dunia akherat dan berlimpah rejeki," harapnya. (*/wartosolo.com)

Simak juga : Korem 074/Warastratama Surakarta Terima Bantuan Pengendali Banjir Banjir

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk meng KLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)



Kebangetan, Gara-garaTruk ''Nakal'' ini Jadwal Keberangkatan KA Railbus Molor

Post by On Thursday, November 16, 2017


truk-railbus

SOLO,wartosolo.com - Perjalanan Railbus Bhatara Kresna dari Stasiun Solo-Balapan menuju Wonogiri tertunda, Kamis (16/11/2017). Semestinya seperti tercantum pada jadwal reguler, KA Railbus diberangkatkan dari stasiun pukul 04.00. Namun, kereta belum sempat diberangkatkan dari stasiun, masinis sudah menerima kabar, bahwa jalur KA terhalang sebuah truk. 
Informasi dari lapangan menyebutkan, pada dini hari sekitar pukul 02.00 sebuah dump truk bermuatan material nangkring di jalur aktif Solo-Wonogiri tepatnya di sisi selatan gedung Pengadilan Negeri Surakarta, Sriwedari.
 Hingga pukul 04.00 atau jadwal KA Railbus melintas. Truk bernopol AD 1565 TG tak juga disingkirkan oleh pengemudi. Akhirnya Daop VI Yogyakarta menunda keberangkatan KA perintis dan menghubungi kepolisian, dan diteruskan serta Dinas Perhubungan Surakarta untuk mengurus truk nakal tersebut. 


Baru, setelah aparat kepolisian bersama Dishub  memanggil truk derek  dari Makamhaji, Sukoharjo. Truk dump bisa disingkiran dan diparkirkan di dekat gedung Pengadilan Negeri Surakarta.
Menurut Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Surakarta, Ari Wibowo di akun facebooknya berkat kerja keras bersama truk itu bisa disingkirkan, sehingga KA Railbus Bhaara Kresna bisa melanjutkan perjalanan. 
"Kebangetannya sopir truk yang (diperkirakan) sejak jam 02.00 dini hari meninggalkan truk nya (muatan sirtu) diatas rel KA Jalan Slamet Riyadi (depan graha wisata niaga) sehingga KA Bathara Kresna harus menunda perjalanannya (baru berangkat sekitar jam 05.20, dari yang seharusnya jam 04.00)," ungkap Ari. 
railbus-truk

"Alhamdulillah sudah bisa diderek, digeser ke utara jalan (depan Pengadilan Negeri) berkat kerja keras tim Daop VI, Stasiun Purwosari, Polsek Laweyan dan Dishub serta penderek dari makam haji," imbuhnya.
Kini pihak terkait masih menunggu si empunya truk, dan meminta keterangan atas kejadian tersebut. 
"Tinggal kita tunggu si pemilik datang ambil truk dan memberi pembelajaran kepadanya...semangat!" tegas Ari. (*/wartosolo.com)

Sumber foto : facebook


Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)

Gaga, Sulap Jerami Jadi Kerajinan Wayang Suket

Post by On Wednesday, November 15, 2017

wayang-suket

SOLO,wartosolo.com - Berawal dari hobi dan iseng. Lulusan mahasiswa di Solo  kreasikan wayang dari bekas jerami menjadi kerajinan cantik yang diminati. Selain melestarikan tradisi juga bisa meraup keuntungan. Di salah satu sudut Kota Solo, lulusan mahasiswa tekun menyelesaikan pesanan berupa wayang dari sisa jerami. Ya namanya wayang suket. Wayang suket dibuat dari sisa jerami yang dirangkai berbentuk tokoh wayang.
Nah kebetulan lulusan mahasiswa salah satu perguruan di Solo ini sengaja meluangkan waktu membuat wayang suket. Selain gemar dengan tokoh wayang Gaga Rizki ingin mengenalkan kembali wayang suket yang konon terkenal namun surut ditelan waktu.

Simak pula : Reni Widyawati, Wakil Rakyat yang Juga Ahli Bikin Roti

Alasan ekonomi yakni memanfaatkan barang limbah menjadi barang yang bisa dijual. Pria  27 tahun ini terus menggeluti wayang suket. Meski baru satu tahun  menjual hasil karyanya, wayang produksinya ini sudah merambah  ke Inggris. Sedangkan untuk penjualan di nasional sudah beredar di Jateng, Jatim dan Bali.
Ada dua tipe wayang, yakni wayang tokoh pria dan wanita. Karakter ini ditonjolkan pada anyaman di dada dan bagian pantat sebagai pembeda Meski hanya dua karakter, Gaga sedang mengembangkan karakter lain seperti punokawan dalam tokoh pewayangan.
Meski produksi terbatas, permintaan terus berdatangan terutama kantor dan instansi. Biasanya wayang ini digunakan untuk souvenir. Untuk membuat wayang ini tidak sulit cukup menghafal sudut  dan lipatan jerami saja.
suket-wayang

Dari hasil usahanya ini Gaga mampu memanfaatkan barang tak berharga menjadi bernilai ekonomis. Harga wayang suket jerami ini berkisar dua puluh lima ribu rupiah hingga lima ratus ribu rupiah. Tergantung ukuran besar dan kecil tokoh dan kesulitan karakternya. Dari usahanya ini Gaga berharap bisa meginspirasi bagi rekan-rekannya untuk berwirausaha dan mandiri. (*/wartosolo.com)

Baca : Evie Pilih Bantu Suami Lewat Bisnis Makanan Beku

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)



Ratusan Tingkatkan Skil, Personil Kodim 0735/Surakarta Latihan Menembak

Post by On Wednesday, November 15, 2017

latihan-nembak.jpg

SUKOHARJO,wartosolo.com - Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak perorangan prajurit. Ratusan personil Kodim 0735/Surakarta bersama-sama dengan anggota Den Hub Rem 074/warastratama melaksanakan latihan menembak senjata ringan (Latbak jatri) Triwulan IV Tahun 2017 bertempat di lapangan tembak grup-2 Kopassus, Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo Rabu (15/11).
Pelaksanaan Latihan menembak tersebut dipimpin langsung oleh perwira seksi operasi (Pasi ops) Kodim Kapten inf Edi Susilo selaku Komandan Latihan.
Pada kesempatan ini Pasi ops menyampaikan bahwa menembak adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap prajurit. Di samping itu latihan menembak ini merupakan salah satu program pembinaan latihan rutin TNI AD yang dilaksanakan setiap Triwulan.

Baca : Sertijab dan Korp Raport di Satuan Kodim 0735/Surakarta 

Lebih lanjut Pasiops Menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya latihan menembak ini untuk mengasah kemampuan, meningkatkan ketrampilan dan kemahiran prajurit dalam bidang menembak, serta membina profesionalisme khususnya prajurit Kodim 0735/Surakarta.
Kapten Inf Paidi selaku Koordinator latihan menjelaskan dalam latihan menembak ini menggunakan dua jenis senjata yaitu laras panjang dan laras pendek. "Untuk laras panjang kita menggunakan Senapan M 16 A1 dan Senapan jenis SS 1 V 1, dan untuk laras pendek menggunakan Pistol jenis P 1 buatan PT Pindad." jelas Kapten Inf Paidi. (*/wartosolo.com)

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)



Hibah Tanah Semestinya Ditolak

Post by On Tuesday, November 14, 2017



WALI KOTA Solo pada medio akhir bulan Juli lalu mengajukan permohonan izin kepada DPRD terkait pelepasan tanah hak pakai (HP) Pemerintah Kota Surakarta, untuk dipindahtangankan kepada masyarakat yang menghuni tanah tersebut. Permohonan persetujuan pemindahtanganan tanah hak pakai atas nama Pemerintah Kota Surakarta dalam bentuk hibah kepada pemohon yakni masyarakat terdiri dari: hak pakai nomor 11 kelurahan Semanggi seluas 2250 M, hak pakai nomor 10 kelurahan Tipes seluas 1876 M, hak pakai nomor 40 kelurahan Pucang Sawit  seluas 509 M dan hak pakai nomor 43 kelurahan Pucang Sawit seluas 573 M. Jadi total luas tanah yang akan dipindahtangankan seluas 5.228 M persegi.  Adapun alasan pemkot melepaskan tanah HP ini ada dua alasan utama. pertama,sudah digunakan oleh masyarakat untuk hunian. Kedua, sudah tidak dimanfaatkan oleh pemkot untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
    
Sebelum lebih jauh membahas, saya selaku salah satu anggota pansus yang membahasnya, akan paparkan terlebih dahulu tentang peruntukan tanah-tanah Hak Pakai tersebut dan kondisi eksistingnya saat ini.  Pertama, Hak Pakai nomor 10 Kelurahan Tipes. Berdasarkan keputusan kepala kantor pertanahan kota surakarta nomor 40-1-530.3/33/72/2000 mengalokasikan tanah seluas1876 meter persegi dengan peruntukan perluasan puskesmas.  Adapun fakta empirik lapangan menunjukan lahan tersebut saat ini ditempati oleh penduduk untuk pemukiman, dan pemkot tidak pernah mengadakan kegiatan perluasan puskesmas di area tersebut.  Kedua, Hak Pakai nomor 11 Kelurahan Semanggi seluas 2250 meter persegi dengan peruntukan bangunan resosialisasi Silir. 


Saat ini sebagian besar lahan dipakai untuk hunian dan sisanya fasilitas umum jalan kampung. Pemkot tidak pernah membangun tempat resosialisasi sebagaimana peruntukannya.  Ketiga, Hak Pakai nomor 40 Kelurahan Pucang Sawit berasal dari tanah negara seluas 509 meter persegi dengan peruntukan taman perumahan daerah Pucang Sawit, dituangkan dalam surat keputusan kantor pertanahan kota Surakarta nomor 21-1-530.3-33-7-2004.  Sampai saat ini pemkot tidak pernah membangun taman perumahan daerah Pucang Sawit sebagaimana peruntukan hak pakai.  Keempat, Hak Pakai nomor 43 Kelurahan Pucang Sawit seluas 573 meter persegi dengan peruntukan taman pemuda.  Pada kenyataannya, sampai saat ini pemkot belum pernah membangunnya sebagai taman pemuda.
Ada beberapa catatan yang patut kita perhatikan. Pertama, sangat terlihat bahwa pemkot terkesan kurang memprioritaskan pemanfaatan lahan Hak Pakai itu untuk dipergunakan sebagaimana peruntukannya.  Pemkot semestinya melakukan penataan sesuai aturan hukum yang berlaku dan masyarakat yang terlanjur menempati bisa diberikan pengertian yang memadai untuk dipindah ke Rusunawa atau tempat legal lain yang mungkin bisa diberikan pemerintah Kota sebagai sebuah solusi terkait hunian masyarakat.
Catatan kedua, pemkot semestinya mempertahankan aset miliknya, bukan justru melepaskan atau memindahtangankan aset tersebut kepada pihak lain tanpa memberikan keuntungan baik profit maupun benefit kepada pemkot.  Jika pola hibah ini dipakai menjadi andalan pemkot, akan ada berapa banyak lagi lahan Hak Pakai milik pemkot yang akan diberikan kepada warga masyarakat yang sudah menempati lahan-lahan hak pakai tersebut?  Solo bukanlah kota yang luas areanya.  Sempitnya area kota Solo, dan tidak melimpahnya aset tanah milik pemkot, semestinya dipertahankan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjadi kontributor solusi dari problematika kota yang kompleks dan multidimensi.  Pemkot perlu sadar, kota ini masih butuh banyak lahan untuk membangun lebih banyak lagi rumah susun bagi warga kota yang belum memiliki rumah, sehingga problem papan bisa teratasi.  Kota ini masih butuh sangat luas adanya ruang terbuka hijau sebagaimana diamanahkan perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, agar warga kota makin sehat dan waras.  Kota ini masih menghajatkan penambahan taman cerdas dan perpustakaan dikampung-kampung, agar warganya menjadi semakin wasis.  Kota ini juga masih membutuhkan lahan untuk membangun inkubator-inkubator bisnis dikampung-kampung agar pelaku usaha kecil, mikro dan menengah makin menggeliat sehingga warganya menjadi wareg.


Negara kita adalah negara hukum.  Pemerintah memiliki kewajiban mendidik warga masyarakatnya untuk taat terhadap hukum.  Jangan sebaliknya, melegitimasi pelanggaran dengan stempel hukum dan kekuasaan.  DPRD selaku lembaga perwakilan rakyat memiliki tugas mengontrol jalannya pemerintahan dikota Solo ini agar selalu berada dijalur hukum.  Terkait dengan permohonan persetujuan pemindahtanganan tanah Hak Pakai pemkot dalam bentuk hibah kepada warga ini, perlu merujuk pada regulasi yang ada, yakni permendagri nomor 19 tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Didalam pasal 399 ayat 1e, tertulis bahwa pihak yang dapat menerima hibah adalah perorangan atau masyarakat yang terkena bencana alam dengan kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sesuai ketentuan perundang-undangan.  Saat pansus berkonsultasi ke kementrian dalam negeri, selaku pihak yang paling memahami ruh dan suasana kebatinan saat aturan ini dibuat, pihak kemendagri menyampaikan bahwa pasal ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.  Artinya, hibah berupa tanah bisa dilakukan dengan dua syarat mutlak. Pertama, perorangan atau masyarakat yang terkena bencana alam. Kedua, masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah.  Jikapun masyarakatnya berpenghasilan rendah, tetapi tidak terkena bencana alam, maka hibah tidak diperbolehkan.  Sebaliknya, jikapun terjadi bencana alam, tetapi masyarakatnya tidak termasuk kategori MBR, pun hibah tidak diperbolehkan.
Atas dasar pemahaman ini, maka permohonan persetujuan pemindahtangan empat lokasi Hak Pakai milik pemkot dengan cara hibah, DPRD bisa menolaknya, karena tidak terpenuhinya dua syarat diatas yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan. Penolakan ini semata-mata karena regulasi tidak memperbolehkannya. DPRD wajib mendukung setiap upaya pemkot untuk mengentaskan warganya yang belum mapan, tetapi tidak dengan cara yang melanggar hukum. Masih banyak cara lain yang lebih mengentaskan, lebih memberdayakan dan tidak melanggar aturan.
Akan tetapi dalam demokrasi selalu mengakomodasi suara terbanyak. Maka saat rapat paripurna pekan kemarin yang dihadiri oleh 43 orang anggota DPRD, tidak terjadi musyawarah mufakat, maka pengambilan keputusan dilakukan dengan cara voting. Ada 16 anggota DPRD dari 4 fraksi yang tidak setuju hibah, yakni Fraksi PKS, Fraksi Demokrat Nurani Rakyat, Fraksi persatuan Indonesia Raya, dan Fraksi PAN. Sedangkan 27 orang anggota DPRD menyutujui hibah, terdiri dari anggota Fraksi PDIP dan Fraksi Golkar. Apapun hasilnya, akhirnya DPRD secara kelembagaan telah memutuskan untuk menyetujui hibah ini. Pesan saya kepada pemkot, pertimbangkan permendagri nomor 19 tahun 2016 pasal 399 ayat 1e, saat mengeksekusi hibah ini. Semoga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, dan apalagi di hari kemudian. Wallahu a'lam.

Dikirim oleh : Sugeng Riyanto, Anggota DPRD Kota Surakarta

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)


Sertijab dan Korp Raport di Satuan Kodim 0735/Surakarta

Post by On Tuesday, November 14, 2017

sertijam-kodim.jpg

SOLO,wartosolo.com - Pagi ini suasana berbeda nampak terlihat di Koridor Makodim Jalan A Yani Kelurahan Kerten Kecamatan Laweyan,yang mana seluruh prajurit berbaris dengan tertib dan rapi di ruang koridor. Keberadaan para prajurit ini dalam rangka korp raport secara resmi serah terima jabatan dalam ruang lingkup Kodim 0735/Surakarta dan korp raport pindah satuan. 

Serah terima jabatan dan korp raport pindah satuan tersebut, dipimpin langsung Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Edwin Apria Candra S.E dan dihadiri seluruh Danramil jajaran Kodim Surakarta beserta seluruh Pasi Kodim,serta perwakilan anggota, dan juga persit Cabang L Kodim 0735/Surakarta, Selasa (14/11/2017) 

Adapun serah terima jabatan yang dilaksanakan antara lain  yang semula menjabat Perwira seksi Logistik (Pasi Log) Kodim Kapten Cba Kurdi sekarang menjabat sebagai Danramil 05/Pasar Kliwon, dan untuk Jabatan Pasi Log di serah terimakan kepada Kapten inf Waluyo yang semula menjabat sebagai Danramil 05/Pasar Kliwon. Sementara itu Kapten Inf Kamalita yang semula menjabat sebagai Perwira seksi personil (Pasi Pers) Kodim pindah satuan ke Kodim 0725/Sragen,dan untuk jabatan Pasi Pers di serah terimakan kepada Lettu Kav Suhartono.


Dalam sambutannya Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Edwin Apria Candara S.E menyampaikan bahwa Kegiatan rotasi jabatan dan perpindahan Satuan lingkungan TNI  adalah hal yang lumrah dan wajar. Istilah kerennya  TOUR OF DUTY AND TOUR OF AREA. "Masalah promosi jabatan dan pindah satuan di kodim ini tidak ada unsur apa- apa. Semua adalah memang berjalan sesuai waktu dan aturannya serta kebutuhan organisasi," tegas Dandim.

Bagi personil yang melaksankan pindah satuan saya ucapkan selamat jalan dan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di kodim 0735/Surakarta. Walaupun sudah berada di tempat tugas yang baru tetap jaga nama baik Satuan Kodim 0735/Surakarta yang kita banggakan ini.

"Berikan karya-karya yang baik di satuan yang baru, hindari pelanggaran sekecil apapun, ikuti semua aturan , tingkatkan etos kerja, dan tetap jalin komunikasi yang baik dan harmonis,serta Silaturahmi jangan sampai putus," pungkas Dandim. (*/wartosolo.com)


Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)

Istri Pekerja Pertamina Pernah DisuguhiCara Pengolahan Buah Naga

Post by On Tuesday, October 10, 2017

-Tengok CSR TBBM Pertamina Boyolali

BOYOLALI,wartosolo.com- Istri pekerja Pertamina (wanita patra) yang tergabung dalam Patra Tingkat Wilayah Marketing Operation Region IV semarang dan Tingkat Wilayah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Boyolali
saat berkunjung ke Desa Tawangsari, Teras, Boyolali, Jateng pernah mendapatkan suguhan sepesial. Anggota Wanita Patra ini diajak mengolah buah naga oleh PKK dan dikoordinir Kepala Desa Tawangsari, Teras, Yayuk Tutik Supriyanti. Yayuk mengatakan, saat berkunjung ke desanya, sebanyak 70 wanita patra ini tak hanya melihat dari dekat potensi yang dimiliki desa ini. 
istri-pekerja-pertamina
"Sebanyak 70 istri pekerja pertamina ini juga melihat dari dekat lahan perkebunan buah naga termasuk proses pengolahanya. 70 patra dari Semarang dan Boyolali ini mengenal Tawangsari karena kemajuannya membudidayakan buah naga, termasuk pengolahan dan pemasarannya. Rombongan patra ini berkunjung ke sini untuk melihat dari dekat proses budidaya buah naga termasuk hasil olahannya," kata Yayuk, Selasa, 10 Oktober 2017 .


Selama ini kata Yayuk, Desa Tawangsari memiliki hubungan yang harmonis dengan Pertamina baik di pusat maupun di daerah. Desa yang tak jauh dari TBBM Pertamina Boyolali ini mendapatkan kuncuran bantuan corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan plat merah tersebut. Salah satu wujud kerja sama antara TBBM Pertamina Boyolali dan perangkat desa bergerak dalam bidang pengolahan diversifikasi buah naga.
"Kami memberikan bukti, kucuran CSR dari Pertamina dimanfaatkan untuk membangun potensi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga. Kami membuktikan dengan hasil diversifikasi (penganekaragaman-red) buah naga. Kami langsung menularkannya ke masyarakat lain terutama ibu-ibu dari pertamina ini," imbuhnya. (*/wartosolo.com)


Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)

PWI Solo Kecam Represif Aparat kepada Jurnalis

Post by On Tuesday, October 10, 2017


SOLO,wartosolo.com
-Mensikapi kekerasan terhadap wartawan oleh petugas di depan Kantor Bupati Banyumas,  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Khusus Surakarta prihatin dan mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, Jateng.
Peristiwa yang terjadi di saat sejumlah wartawan tengah meliput peristiwa aksi Komunitas Selamatkan Slamet di halaman Kantor Bupati, Senin 9 Oktober 2017 malam, sekitar pukul 22.00 merupakan insiden yang memalukan.
kekerasan-wartawan.jpg
faktualnews.co
Berikut pernyataan sikap yang rilisnya diterima wartosolo.com,
Atas nama apa pun, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai tindakan melawan hukum. Untuk itu, PWI Surakarta menyampaikan sikap sebagai berikut:
Mengecam dan mengutuk tindakan penghalang-halangan terhadap tugas wartawan dan kekerasan oleh aparat kepolisian dan Satpol PP yang menimpa wartawan di Banyumas. Tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, khususnya Pasal 3 Ayat 1, bahwa pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Lalu Pasal 4 Ayat 3, bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Kemudian Pasal 6 butir a, bahwa pers nasional melaksanakan peranannya,  memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.


Mendesak Kepolisian Resor Banyumas agar menindak pelaku tindak kekerasan tersebut, baik perseorangan maupun kelompok sesuai dengan hukum yang berlaku, termasuk memprosesnya dengan mekanisme Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Meminta kepada Kapolres Banyumas dan Bupati Banyumas untuk meminta maaf secara terbuka kepada insan pers di Banyumas khususnya, dan Indonesia pada umumnya.
Meminta kepada Kapolres Banyumas dan Bupati Banyumas untuk mengembalikan sejumlah barang milik wartawan yang hilang di dalam peristiwa tersebut, serta mengganti kerusakan yang ditimbulkan.
Mengimbau kepada warga masyarakat, terutama pejabat pemerintah dan aparat keamanan untuk membudayakan sikap mendahulukan dialog ketimbang kekerasan dalam hal apa pun.
Surakarta, 10 Oktober 2017 Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan, Sri Hartanto mendampingi Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul. (*/wartosolo.com)

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)
Instagram (https://www.instagram.com/warto_solo/)

Rombongan Pertamina Diperkenalkan Kolam Keceh Desa Wisata Tawangsari

Post by On Tuesday, October 10, 2017

desa-wisata


BOYOLALI,wartosolo.com- Wahana wisata air mulai dibangun di kawasan Kerambilloro, Desa Tawangsari, Teras, Boyolali. Ekskavator mulai diturunkan untuk mengeruk tanah untuk dijadikan kolam air yang diperuntukan bagi anak-anak. 
Kepala Desa Tawangsari, Yayuk Supriyanti mengatakan, rencana pembangunan kolam air di Kerambilloro ini sudah masuk dalam rencana strategis (renstra) pembangunan desa yang disusun perangkat desa dengan pihak terkait. 
"Mulai minggu depan lalu sudah dimulai pembangunannya, kami menyewa al;at berat (ekskavator-red) untuk menggali tanah yang akan dijadikan kolam. Lokasinya persis di bawah ladang buah naga," katanya, Sabtu, 12 Agustus 2017
Dikatakan pengerukan tanah secara perdana dilaksanakan pada Rabu (8/6). 


Sebulan sebelumnya Operation Head Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Boyolali, Soeprijantoro bersama rombongan datang ke lokasi untuk melihat dari dekat rencana pembangunan wahana air. Rombongan pejabat Pertamina yang memberikan bantuan anggaran dalam proyek ini mendapatkan penjelasan mengenai pengembangan desa wisata di Tawangsari.  
"Waktu itu pak Aan (Soeprijantoro, Operation Head TBBM Boyolali-red) setuju adanya pembangunan wahana air ini," imbuhnya.
Yayuk menambahkan, selain dibangunnya wahana wisata air, di Kerambilloro juga sudah tersedia ladang buah naga, pengolahan sampah komunal, serta kandang ternak yang terkoneksi dengan pengelolaan biogas. 
"Warga dan perangkat desa di sini berharap ada wahana khusus untuk memberikan pendidikan baik bagi warga ataupun masyartakat lain. Ya wahana edukasi kolam keceh, pengolahan sampah komunal dan pengolahan biogas di sini," katanya.   
Soeprijantoro mendambakan Desa Tawangsari, Teras bisa berkiprah lebih banyak lagi dan menjadi desa mandiri. Dengan begitu desa bisa memenuhi kebutuhan warganya sendiri tanpa bergantung kepada desa lain. Ia berharap lewat kiprah Tawangsari yang sudah maju pesat maka desa ini bisa mewakili Boyolali sebagai kandidat kuat penerima Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Peringkat Emas tahun ini.
"Desa Tawangsari sudah mampu meraih Proper Emas LH melihat kondisi riil di lapangan. Selayaknya Boyolali bisa menerima Proper Peringat Emas," tuturnya.
Selama ini TBBM Boyolali secara kontinyu memberikan bantuan dan masukan ke Tawangsari agar bisa mengembangkan potensinya. Bantuan semacam CSR sudah dicairkan sejak 2016 sampai sekarang. Hingga pada 2021 mendatang diharpkan desa yang masuk ring satu TBBM Boyolali ini sudah mandiri. (*/wartosolo.com


Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)
Instagram (https://www.instagram.com/warto_solo/)

 Pringgondani Outbound Gembleng Karakter Kepemimpinan IPM Se-Sragen

Post by On Saturday, September 23, 2017

ldk-pringgondani-ipm


BOYOLALI,wartoosolo.com-Pringgondani Outbound Trainning Center, Sambi, Boyolali kembali dipercaya memberikan pelatihan karakter bagi generasi bangsa. Kali ini 116 peserta perwakilan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pimpinan Ranting IPM sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sragen digembleng latihan dasar kepemimpinan (LDK) selama dua hari Jumat-Sabtu (22-23/9/2017). 
Koordinator Pringgondani Outbound Trainning Center mengatakan, pihaknya melibatkan   SAR dan personil dari TNI AU Lanud Adi Seomarmo Solo dalam penggemblengan LDK ini. 
"Kami mendukung penuh pelaksanaan LDK ini dengan mengerahkan instruktur terbaik. Sehingga perwakilan IPM dari Sragen benar-benar memetik hasil baik dari LDK dan bisa mempraktikan dalam organisasi dan masyarakat," katanya. 


Sementara, Ketua panitia Andini Via Janahti Putri mengungkapkan, peserta kegiatan LDK berasal dari pimpinan cabang yang masing-masing mengirimkan tiga orang, dan pimpinan ranting sekolah mengirimkan lima sampai delapan orang. LDK di Boyolali ini merupakan bagian dari kegiatan lainnya yang sudah dilaksanakan yakni bedah buku di PDM Sragen. 
ipm-ldk-pringgondani.jpg

Terkait dipilihnya pelaksanaan LDK luar Sragen, Andini mengatakan, suasana LDK harus  berbeda dengan suasan lebih baru. Instrukturnya pun harus dicari yang lebih bagus. "Karena salah satu outbond di Sambi, Boyolali memiliki pengalaman bertaraf internasional dengan pemateri-pemateri outbound tak sembarangan. Seperti pendidikan baris-berbaris yang melatih dari TNI dan materi lainnya di ruangan diisi oleh pemilik Pringgodani. Maka LDK dipilih di Sambi, Boyolali ini," katanya. 
 Dikatakan, dengan LDK ini maka diharapkan sejak dari mulai kegiatan bedah buku dan LDK dapat melatih seluruh pengurus IPM untuk tertib administrasi dri administrasi kesekretariatan dan administrasi keuangan. Serta dapat membentuk jiwa-jiwa kepemimpinan yang tangguh dan mandiri, agar tidak setengah-setengah dalam berjuang di IPM," terangnya.
Serma Hari Suryawan, instruktur daru TNI-AU Lanud Adi Soemarmo Solo menambahkan, materi wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air wajib diberikan dalam LDK ini.
"Generasi muda perlu diberikan materi wawasan cinta kebangsaan, motivasi menumbuhkan kedisplinanan. Pada LDK ini kami tumbuhkan karater kepemimpinan kepada peserta," imbuhnya. (*/wartosolo.com)
ldk-ipm-pringgondani

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)